Postingan

Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho "Mendaki dan Menyusuri Cagar Budaya"

Gambar
Dua kali sudah saya mendaki Lawu. Hal itu nggak menjadikan saya menolak ajakan teman yang berencana muncak ke gunung itu lagi. Seperti yang pernah saya utarakan sebelumnya, kalau sudah pernah mendaki di satu gunung dan ada ajakan untuk mendakinya lagi, bukan berarti itu bakal menjadi alasan untuk menolaknya.  Bagi saya pribadi mendaki gunung yang sama di lain waktu, bakal ada cerita berbeda yang didapat. Terlebih dengan orang yang berbeda, apalagi dengan jalur pendakian yang belum pernah dijajal sebelumnya, pastilah cerita yang didapat tak sama.  Kedua kali pendakian sebelumnya itu sama-sama lewat jalur Cemoro Sewu namun dengan kawan mendaki dan waktu pendakian yang berbeda. Pertama banget mendaki Lawu saat itu satu rombongan 3 orang tanpa nge- camp , tapi bermalam di warung dekat Sendhang Derajad.  Kali kedua, naik berdua saja dengan teman asli Karanganyar di malam 1 Suro. Di malam pergantian tahun kalender Jawa dan Islam itu Lawu membludak seolah menjadi hari paling ramai dalam

Semalam di Waerebo, Melebur Bersama Mereka

Gambar
Sudah menjadi hal wajib jika ke Waerebo untuk sekaligus menginap disana. Tentu bakal menjadi pengalaman tersendiri bisa merasakan bagaimana tinggal di salah satu "Mbaru Niang", rumah adat di desa etnik yang berada ketinggian sekitar 1.100 mdpl itu. Temen-temen mungkin bertanya-tanya juga mengenai bagaimana perijinannya, bayar berapa, dan lain-lainnya. Kalau lagi nggak pengen pusing, biasanya dari  trip organizer  seperti  yang   saat itu saya pakai sudah semua termasuk ke dalam biaya awal alias  all in one . Tapi kalaupun mau kesana secara mandiri bisa juga kok. Rinciannya kira-kira seperti yang diceritakan oleh dua orang traveler yang menginap dihari yang sama dengan kami. Mereka berdua pergi ke Flores tanpa  trip organizer.  Tapi mereka ke pulau-pulaunya tetep pakai operator juga sih. Operator ke pulau-pulau banyak tersedia di Labuan Bajo dengan harga tegantung dengan fasilitas, durasi, dan banyak spot yang dikunjungi. Setelah mengunjungi beberapa pulau, barulah merek

Daya Pikat Waerebo, Desa Etnik Di Atas Bukit Flores

Gambar
Waerebo merupakan sebuah kampung adat yang letaknya di dataran tinggi Manggarai. Uniknya, kampung ini masih tetap menjaga tradisi dan budaya dari nenek moyang dan leluhurnya. Siapa sangka nenek moyang Waerebo malah berasal dari tanah Minangkabau bernama Empo Maro. Sang leluhur tersebut dan beberapa kerabatnya bisa sampai di Flores setelah mengarungi lautan dengan perahu layar selama beberapa waktu. Kemudian berlabuh lah mereka di Labuan Bajo, lantas mereka melanjutkan perjalanan ke arah utara menetap di satu daerah kemudian berpindah-pindah lagi ke daerah lain hingga memutuskan untuk menetap di daerah yang kini di kenal dengan Waerebo dan berketurunan disitu. Ada apa sih di Waerebo??? Hmmm, alhamdulillah udah kesampean kesana dan asiknya lagi bisa menginap semalam di salah satu rumah adatnya. Bisa dibilang desa yang berada di ketinggian Pulau Flores itu memiliki banyak daya pikat hingga makin kesini semakin banyak wisatawan yang singgah kesana. Ditengah modernisasi seperti s