Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Sebar Apem di Perayaan Tadisi YAQOWIYU

Gambar
Tradisi Sebar Apem "Yaqowiyu" Berawal dari sebuah pesan singkat dari seorang teman yang memberi tahu kalau setelah sholat Jumat di tanggal 28 Desember 2012 ada acara sebar apem di Jatinom, Klaten. Kebetulan saat itu adalah masa-masa liburan sekolah sehingga aku sekeluarga mudik ke rumah Klaten. Perayaan sebar apem itu memang sudah aku tunggu sedari lama karena dari dulu aku hanya mendengar gaungnya saja dan belum sempat berpartisipasi secara langsung. Denger-denger sih kalau berhasil mendapat kue apem yang disebar dari suatu menara tinggi di satu lapangan di Jatinom niscaya bakal dapat keberuntungan, tapi kalau aku sih hanya sekedar pengan tahu saja untuk mengenang jasa salah satu tokoh penyebar agama Islam di sekitar Jatinom yaitu Ki Ageng Gribig , soal nanti kalau dapat keberuntungan itu sih biar tangan Allah yang menentukan. Acara tersebut merupakan bagian dari satu tradisi turun-temurun sejak ratusan tahun yang bernama Yaqowiyu. Asal mula tradisi sebaran ape

Dekat Salatiga Ada Candi Lho....!!!

Gambar
“Keluarlah maka akan kamu temui sesuatu yang baru disana”   kutipan  inilah yang membuat saya menemukan banyak tempat-tempat yang belum pernah saya ketahui baik dari sumber  lisan maupun tulisan. Ibarat orang belajar fotografi maka yang seperti inilah yang dinamakan otodidak. Tak perlu menunggu untuk mendapat ajaran dari seseorang yang sudah makan asam garam. Namun dengan kerap berlatih dan yang penting adalah praktek, maka dengan sendirinya akan menemukan sesuatu yang tidak didapat oleh sebagian orang yang hanya berdiam diri menunggu datangnya kesempatan.  Sejalan dengan yang  saya alami   ketika berencana mengunjungi beberapa air terjun di sekitar Kopeng sampai perbatasan Magelang. Saat perjalanan pulang ke rumah, saya mengambil jalan berbeda dari yang dilewati  saat berangkat yaitu dengan m elewati jalan Magelang-Semarang yang nantinya akan berbelok menuju Sekolah Polisi Negara di Ambarawa. Saat itu sedang hujan deras sehingga kendaraan pun saya pacu dengan kecepat

Nekat ke Pulau Siladen

Gambar
Modal nekat dengan sedikit informasi yang didapat bagi sebagian orang akan menyulitkan untuk sampai di tempat tujuan wisata tanpa penyesalan. Namun tidak bagi kami, mahasiswa yang sedang menunggu yudisium dan kepengen jalan-jalan dulu ke luar pulau. Ada saya, Doni, Hamid, Jojo, dan Heykal yang berencana melakukan trip ke Pulau Siladen yang ada di sebelah timur laut Pulau Bunaken, yang sudah terlebih dulu kami kunjungi bersama teman sekelas di bulan Mei 2012 lalu. Dengan rencana seadanya dan cenderung nekat kami memutuskan pada  tanggal 24 September 2012 setelah sholat dhuhur  kami berangkat dari Perum Paniki Dua Manado, tempat kos kami, menuju Pulau Siladen yang terkenal dengan pantai pasir putih lembut dan keindahan bawah lautnya. Pulau Siladen adalah satu dari lima pulau di kawasan Taman Nasional Bunaken di Manado, Sulawesi Utara yang mempunyai luas 31,25 ha. Dari sedikit info yang saya dapat menurut sejarah nama Siladen ini mempunyai arti ‘Kandas’, dan ceritan

Eksotisme Danau Linow

Gambar
Sulawesi Utara menyimpan sangat banyak harta karun keindahan alam yang dianugerahkan Allah SWT. Terbukti selama satu tahun saya mengenyam pendidikan disana diselingi dengan mengeksplor keindahannya, belum semua tempat indah bisa saya kunjungi. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa kesana walau saat pengumuman tahap akhir USM STAN 2011 saya cukup dikejutkan dengan tempat lokasi pendidikan yang begitu jauhnya, yaitu "Manado".  Namun setelah hari demi hari saya lalui disana, barulah saya menyadari kalau tak hanya Bunaken yang dimilikinya, tapi masih ada banyak yang bisa dijadikan destinasi menarik untuk dikunjungi.  Hingga pada suatu hari di bulan Ramadhan tahun 2012, disaat sebagian besar teman-teman seperjuangan pulang kampung (yang sebagian besar dari Jawa) ; kami yang memutuskan untuk menikmati puasa dan lebaran di "negeri" orang berencana menghabiskan hari-hari di awal libur puasa kami untuk mem- bolang saja di negeri Minahasa.  Saat itu