Dengan Motor, Ku Daki Gunung Telomoyo



Selagi masih diberi kesempatan maka tak ada salahnya untuk memanfaatkan kesempatan itu. Orang bilang mungkin kesempatan tak datang dua kali bukan ??? Bisa saja sih datangnya berkali-kali hehe. Namun hal terpenting adalah jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan yaaa….!!!
Ngomong-ngomong masalah kesempatan di satu hari di bulan Maret 2013 ini tepatnya tanggal 20, saya berkesempatan untuk menaiki satu gunung yang tiap hari saya lihat karena gunung ini selalu menampakkan dirinya disaat saya membuka pintu depan rumah. Gunung apakah itu???
Merbabu? Ungaran? Andong?  Telomoyo? Ataukah Lawu?  

Gunung-Telomoyo-dari-Kopeng
Semua gunung tersebut memang terlihat dari rumah saya, tapi yang saya maksud kali ini adalah Gunung Telomoyo yang ada di sebelah barat rumah. Sebagian besar orang yang ada di sekitaran Salatiga-Kopeng pastilah sudah tahu gunung ini. Tapi saya juga tak begitu yakin mereka juga mengetahui gunung ini bisa dinaiki dengan motor. Gunungdengan ketinggian 1.894 mdpl ini memang berbeda dengan gunung-gunung kebanyakan yang bisa digapai puncaknya dengan cara didaki dengan berjalan kaki, namun ternyata kita bisa mencapai puncaknya dengan menggunakan motor karena memang jalan menuju puncaknya sudah beraspal. Kalau kamu pernah ke Gunung Kelud di perbatasan Blitar Kediri yang juga bisa dilalui sepeda motor, namun bedanya di Gunung Kelud hanya sampai di parkiran motor saja yang ada di bawah puncak sedangkan Telomoyo bisa dilalui motor benar-benar sampai puncaknya.

Jalan Aspal di Gunung Telomoyo
Sebetulnya saya sudah kesekian kalinya sampai puncak gunung ini, namun perjalanan saya kali ini sangat berbeda dengan yang pernah saya lakukan. Jika sebelumnya saya muncak Telomoyo rame-rame bareng teman kali ini saya hanya ditemani motor dan kamera saja. Memang di hari itu bukanlah hari libur dan saya pun berangkatnya beberapa menit setelah matahari terbit. Saat itu saya memang tidak menargetkan menikmati sunrise di Puncak Telomoyo, tapi saat itu saya mendapat momen indah sunrise di dekat desa Tekelan sebelum basecamp pendakian Gunung Merbabu karena agak serem juga masih gelap gulita mendaki sendirian walau sebenarnya tak ada salahnya sih.  
Setelah menikmati sunrise indah itu beberapa saat kemudian motor mulai saya pacu mendekati Gunung Telomoyo tepatnya menuju Desa Dalangan dulu yang merupakan pintu masuk menuju puncak. Desa ini bisa dijangkau dari Salatiga ataupun dari Magelang dengan mudah dan beberapa alternatif jalan, salah satunya kalau dari Salatiga lebih dekat dengan berbelok kanan di pertigaan mini pom Salaran – Wates sama seperti jalan menuju Air Terjun Kali Pancur, namun kalau menuju Desa Dalangan kita jalan terus saja mengikuti jalan utama tanpa berbelok hingga ketemu pertigaan Desa Dalangan. Jika dari Magelang bisa belok kiri di jalan masuk desa yang ada pos ojeknya. Ada petunjuk di pinggir jalan Salatiga-Magelang yang mengarahkan menuju Desa Dalangan ini. Tinggal mengikuti jalan saja dan jika menemukan pertigaan lagi ambil kiri dan nanti akan ketemu pertigaan Desa Dalangan.
Biasanya sih ada loket yang dijaga penduduk sekitar yang menarik uang tiket masuk sebesar Rp 2.000,-. Namun saat itu karena masih terhitung pagi dan bukan hari libur maka gak ada yang jaga, jadi bisa masuk gratis.
Perjalanan dimulai dengan melalui jalan beraspal yang sudah mulai terkelupas dan bolong-bolong sehingga saya rekomendasikan menggunakan sepeda motor yang sehat dan siap tanggap, tidak seperti motor saya yang rantainya saat itu sedang sakit-sakitan. Alhasil saat berjuang mendaki puncak sekiranya sudah empat kali rantai motor lepas dan menjadikan waktu terbuang sia-sia. Tak perlu waktu yang lama sih sebenarnya untuk mencapai puncaknya, tapi waktu itu saya membutuhkan hampir satu jam untuk akhirnya sampai puncak disebabkan karena rantai motor yang kendor itu tadi dan tentunya karena sering berhenti untuk mengambil foto pemandangan yang tersaji dengan indahnya. Entah kenapa hari itu terasa diberi keindahan yang lebih oleh-Nya dengan cuaca yang sangat sangat sangat cerah tak seperti hari biasanya. Kenapa terasa berlebihan gitu ya, tapi memang benar. Mungkin jika kamu ingat pasti juga merasakan kan kalau hari Rabu itu terasa sangat cerah sekali. 

Gunung Andong (1.736 mdpl) dari Gunung Telomoyo

Gunung Merbabu (3.142 mdpl) dari Gunung Telomoyo

Samar-samar Gunung Lawu (3.265 mdpl)

Gunung Ungaran (2.050 mdpl) dari Gunung Telomoyo

Twin Tower  Sumbing (3.371 mdpl) dan Sindoro (3.150 mdpl) dari Gunung Telomoyo

Danau Rawa Pening dan Samar-samar Gunung Muria (1.602 mdpl) dari Gunung Telomoyo

Gunung-gunung yang mendampingi Telomoyo dengan gagahnya saling rukun memberi keindahan tanpa persaingan dan Rawa Pening tampak berkilauan dari kejauhan. Gunung yang berada hampir di dekat Laut Jawa di sebelah utara pun di pagi itu juga terasa ramah menyapa dan mengajak berkenalan. Saya juga belum pernah tahu kalau ada gunung itu, tak pernah sebelumnya melihatnya. Sekilas puncaknya mirip Lawu, tapi bukan. Lawu ada di timur dan saat itu juga nampak jelas. Setelah browsing sih saya dapat ada Gunung Muria di utara tapi saya masih belum percaya dengan tinggi gunung itu hanya 1.602 mdpl dan saat saya lihat itu lebih tinggi dari Gunung Ungaran. Setelah memastikannya dengan bertaya pada yang lebih expert dalam pergunungan ternyata memang itu adalah Gunung Muria di Kudus. Salam kenal ya Gunung Muria….!!!
Jalan menuju puncak memang dibuat berkelok-kelok dan berjalan memutari gunung dari berbagai sisi. Oleh karena itu juga kita bisa melihat pemandangan ke berbagai arah mata angin. Sepanjang perjalanan akan disapa oleh keindahan-keindahan yang ada di sisi jalan. Tapi jangan sampai terlalu menikmati jadi lepas kontrol sepeda motornya yaa….!!!

Tower di Puncak Gunung Telomoyo

Puncak pun kian dekat dan mulai tampak bangunan-bangunan yang berhiaskan tower-tower menjulang. Bangunan pertama yang saya temui adalah Gedung PLN distribusi Jawa Tengah Stasiun Repeater (Pengulang) Bersama lalu bangunan yang benar-benar ada di puncaknya adalah Stasiun Radio Microwave milik Perum Telkom sekaligus Gedung Repater I milik Pemerintah Propinsi Jawa Tengah yang berada dalam satu area yang tidak boleh dimasuki selain petugas.

PLN distribusi Jawa Tengah di Gunung Telomoyo, tampak Merbabu di belakangnya

Tower di Gunung Telomoyo
Gedung Repeater Jateng di Gunung Telomoyo

Pintu Gerbang Stasiun Radio Microwave di Gunung Telomoyo

Karena bangunan dan tower-tower ini lah akses menuju puncak Telomoyo diaspal agar pengontrolan lebih mudah. Tapi saat sampai puncaknya saya rasa hanya saya saja manusia yang berada disana. Selain dua pemuda dengan sabit dan goloknya yang mengagetkan saya saat hendak turun gunung. Namun tenang saja mereka hanya pencari rumput kok dan saat saya turun mulai banyak saya temui pencari rumput yang lain termasuk ibu-ibu yang mendaki hampir sampai puncaknya. Saya pun agak bingung juga sih, memangnya di bawah rumputnya sudah habis yaa??? Perasaan masih berlimpah juga yang di bawah, tepi kenapa harus mendaki hampir sampai puncak hanya untuk mencari rumput. Mungkin yang dibawah rumputnya ada yang punya dan rumput yang di gunung adalah milik bersama. Tapi lepas dari itu ada perasaan salut juga pada mereka yang memulai paginya dengan mendaki Telomoyo untuk mencari rumput.

Dalam perjalanan turun untungnya rantai tidak lepas lagi. Takjubnya suasana cerah masih mengiringi samapi saya berhenti di air terjun kecil di pertengahan jalan turun. Air yang mengalir sangat jernih, dingin, dan segar cocok untuk membasuh muka yang lusuh apalagi memang saya belum mandi  hehe…..
Bersyukur sekali hari itu saya bisa menikmati indahnya pemandangan gunung tanpa terlalu kepayahan mendaki  dengan bonus cuaca yang teramat cerah secerah-cerahnya. Perjalanan kali itu cukup di Telomoyo saja dan akhirnya pulang ke rumah dengan berjuta keindahan yang saya abadikan dengan kamera.

Ini dia kenang-kenangan dari Telomoyo yang berhasil saya abadikan......


Satu desa yang tampak menyendiri

jalan aspal Telomoyo dari atas

pedesaan dan ladang-ladang di bawah Gunung Andong

kaki Gunung Andong dari Gunung Telomoyo

Tower yang entah dimana sebenarnya berada

subhanallah... betapa kecilnya 

kayak masterplan

Tebing Berbatu 

desa desa desa dan desa yang indah

Desa Dalangan dari Telomoyo

Sindoro Sumbing dari Puncak Telomoyo




Share:

68 komentar

  1. ck ck ck...bener2 josss...
    dari dulu aku pingin banget ke telomoyo..
    aku hobi baca buku karya sh mintarja...
    salah satu tempat yg diceritakan ya di telomoyo...
    semoga bisa ke sana...

    ReplyDelete
  2. wah, kalau rumahnya dket tapi blm kesini blm afdol kyknya mas.... coba deh

    ReplyDelete
  3. rumah di mojokerto, kerja di madiun
    punya tanggungan keluarga...agak susah cari waktu...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo libur panjang bisa lah... sekalian sama keluarga

      oh rumahnya di ibukota Majapahit to...

      Delete
  4. Besok mau ke sana.. ada yang mau gabung..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik lah... Selamat mendaki Telomoyo dgn motor... "-"

      Delete
  5. Sudaahhh...temenku ada yang ambruk motorny..batu batuannya licin...

    ReplyDelete
  6. amazing lebih indah dr suroloyo view nya luasss... mau bgtt ke Telomoyo.. dr jogja lwt mn ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas... Tapi kalo kabut ya sama aja... Ga keliatan amazing...

      Dr jogja ke arah magelang mas... Ambil jalan yg ke arah Kopeng via Tegalrejo...

      Klo uda sampe Kopeng tinggal cari desa Dalangan... Disitulah startnya

      Delete
  7. bagus banget tempatnya,,, di gn telomoyo kita bisa lihat sunrise tidak?
    kalau pagi apakah boleh ato ada yang jga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa bgt mas. cuman kalo brgkat pagi buta harus hati2 naiknya. Bisa jg ngecamp, ijin dulu tentunya.

      Kalo kebetulan pas lg ada penjaga yg ngontrol ya brarti ntar ada temennya mas, tapi g tau jg kpn dikontrolnya pln sama stasiun radionya...

      makasi sudah mampir.... :D

      Delete
  8. Wow...amazing... jd pengen ksna, sepertinya lebih indah dr Pos Mati di Borobudur

    ReplyDelete
  9. boloeh dicoba mas... Pos Mati Borobudur itu kayak bukit gitu ya? malah baru denger saya... yang saya tau Punthuk Setumbu itu

    ReplyDelete
  10. kalau mau mendaki dengan jalan kaki, apakah ada tempat untuk penitipan motor ?terimakasih

    ReplyDelete
  11. bilang saja di loket bisa kok... nitip d rumah penduduk bisa

    ReplyDelete
  12. Pengen kesana mas..
    Ngajak anak ma istri naek motor..
    Kalo dari semarang rute,nya
    Paling gampang dari mana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Salatiga dulu mas, baru ambil yang ke arah Kopeng... nanti belok lagi pas di mini pom Salaran

      Delete
  13. Bisa ngecamp gak mas bro?? Trs kalo naik jalan kaki berapa lama waktu tempuh sampe puncak?? Sekalian nanya rute kalo mau ke andong dari Jogja arahnya ke mana ya?? Mohon pencerahannya.. thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kok, tinggal bilang sama yg jaga loket dibawah klo masnya mau camp...

      Kalo jalan kaki mungkin 2-3 jam kali yak, blm pernah jg kalo jalan. Selalu naik motor. Boleh dicoba jg sih...

      Kalo ke Andong, masnya ke Magelang dulu terus cari jalan yang ke arah Kopeng.

      Kalau uda sampai di Pasar Ngablak tanya aja sama warga...
      soalnya ntar masuk jalan desa, agak susah kalo jelasin...

      Delete
  14. hehehe pingin aku, kalo dari purworejo ke magelang lalu ke grabag ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mas... ke timur terus sampe Kopeng...

      Delete
  15. Syelamat pagi mas..mau nanya klo naik mobil jenis minibus kyk avanza atau panther gtu bisa ga ya? Aspalnya masih bagus gak mas buat dilewatin mobil mibibus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kok, cuman kalo papasan sama yg berlawanan arah agak rempong jg. tapi sebelum naik coba pastikan dulu sama petugas tiketnya

      Delete
  16. Penasaran blm prnh ksini...
    Kl pas k'smrg dr ambarawa lewat tol gn.telomoyo yg dsblh selatan/utara rawa pening mas??
    Soalnya di kanan jalan rawa pening ada gunung , di kiri jg ada gunung tp g tau yg mana...hehe bingung

    ReplyDelete
    Replies
    1. dr jl lingkar ambarawa ada di selatan, keliatan puncaknya ada pemancarnya...

      dr situ harus ke arah kopeng dulu klo mau ke Telomoyo...

      Delete
  17. via banyubiru bisa gk mas? kok kata orang2 ada yg bilang kalo naik telomoyo bisa lewat banyubiru. mohon pencerahannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lewat Banyubiru ke loket pendakiannya bisa mas, tapi setauku jalur pendakian dan loket masuknya cuman 1 aja di Ds. Dalangan, Kopeng...
      Jd klo dr Banyubiru harus ke Kopeng dulu lewat jalan pintas ada kok, lewat desa desa

      Delete
  18. kamu beruntung ke telomoyo lagi cerah, kemaren gw naek smpe atas malah agak mendung, jadi pemandanganya kurang jelas... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya saya datang pas cerah... hehe...
      lain kali kesana lagi mas...!!!

      Delete
  19. wah, naik gunung telomoyo bisa bikin ketagihan. enak juga buat refresh pikiran 'n kalo jeli bisa ketemu bunga edelweiss di tepi jalan pendakian... siapin kamera hp, cepret..ceprett... ^-^ sangat istimewa...

    ReplyDelete
  20. Mas minta rutenya aja deh....baik via smg/jgj/purbalingga dong.... mumet n males mikir nichhh....gabungin py km n maps.....wkkkk...
    Thx... mw kesono nich naik motor dr jkt...

    ReplyDelete
  21. Ojo lalI sekalian,air trjunnya dmne? Wkk....thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg kutulis uda lengkap kayaknya deh... klo masi bingung bisa invite pin sy 7FBF3ECD

      Delete
  22. mas lewat jalur banyubiru itu bisa tapi jalur trabas , jalurnya desa Wirogomo trus pagergerdog melewati hutan pinus itu lebih istimewa pemandangannya.

    cuma bagi rute. trimaksih selamat mencoba.

    ReplyDelete
  23. luar biasa foto2nya.....sangat indah, tp mana foto g.telomoyonya?

    (g.telomoyo terbentuk dari sisi selatan Gunung Soropati yang telah tererosi dan runtuh sejak Pleistosen. Akibat runtuhan ini, terbentuk cekungan berbentuk U. Gunung Telomoyo muncul di sebelah selatan depresi ini setinggi 600 m dari dasar cekungan.)

    kl ada yg detil itu bgus bngt....

    salam
    https://www.flickr.com/photos/43928101@N02/15828816709/in/photostream

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto Telomoyo itu yag kedua dari atas mas...

      Btw thanks infonya...

      Delete
  24. Pengen naik ke sana tapi naik vespa, sanggup gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sebaiknya jangan mas, jalannya jelek bgt... nanjak tajem...
      kalau mau dicoba sih gapapa...

      Delete
  25. Mas kalo lewat semarang gimana rutenya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Salatiga dulu, pas di pasar sapi belok ke kanan ke arah Kopeng. Kalo udah sampe Kopeng tanya saja warga dimana Desa Dalangan. Itu start naiknya.

      Delete
  26. Pengen ke telomoyo.... udah 2 kali ke daerah grabak tapi cuma ngecamp di pinusan kaki gunung andong.. klo bulan april gini cuacanya gimana ya mas ?

    ReplyDelete
  27. itu boleh camp di atas ndak mas

    ReplyDelete
  28. bagus kalau pagi...
    kalau agak siang sedikit sudah tertutup kabut...

    boleh kok camp, tinggal ijin aja di pos tiket

    ReplyDelete
  29. Kemarin sempat kesana, tetapi kondisi jalannya bikin ketar-ketir, aspalnya hancur berubah jadi bebatuan dan kerikil. Sedikit saran untuk calon pendaki motor ke gunung telomoyo pastikan kondisi motor dalam keadaan fit dan pengemudinya juga yang pasti..hehe
    terus bagi pengemudi motor harus punya skil berkendara yang lumayan jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi ketika mendaki.. :)

    ReplyDelete
  30. Hehe mas it kalau mau kesna , arahan jalannya gimana mas ya? Saya dari purwadadi mas. Makasih mas

    ReplyDelete
  31. pokoknya harus sampai Salatiga dulu mas, setelah sampai di jalan lingkar Salatiga terus cari jalan yg ke arah Kopeng (ada papan petunjuknya di pinggir jalan lingkar).

    Setelah sampai di mini pom Salaran ambil yg ke kanan arah gn. Telomoyo atau bisa tanya warga disitu dimana letak desa dalangan, itu desa tempat gerbang masuknya.

    ReplyDelete
  32. Setlah lingkar salatiga kan belok kanan mas, habis itu ada lampu merah per empatan terus belok kanan arah kopeng mas? Setlh masuk arah kopeng lanjut gimana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah ke arah Kopeng terus saja sampai ketemu mini pom bensin Salaran yg letaknya di pertigaan. Ambil yg ke kanan sampai desa dalangan. Sampe deh

      Delete
  33. View yang bagus disana jam berapaan ya mas? Hehe

    ReplyDelete
  34. Makasih......, dah lama daku penasaran ama tower di puncak Telomoyo. Kini rasa penasaran itu terobati sudah walau hanya lihat gambar-2nya. Kemarin 8/9/2016 ke Kopeng lihat Telomoyo terdekat. Moga-2 suatu saat bisa muncak naik motor & moga-2 gak kehabisan bensin / kebanan.

    ReplyDelete
  35. Mau tanya mas kalau naik telomoyo motornya berdua (boncengan) kuat ngak nanjaknya ya... Pengen naik bawa anak. Matursuwon

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalanan agak udah jelek mas,

      mungkin kuat boncengan tapi jalanan jelek ga bisa dihindari

      Delete
  36. Mas kalo ngecamp disana motor dibawa keatas sekalian boleh gak.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kok, ijin saja pas beli tiket di pos lapor...

      Delete
  37. Alhamdulilah.. indonesia itu banyak tempat indah.. salah satunya gunung telomoyo ini

    ReplyDelete
  38. mas, sepertinya beberapa TV lokal jg mendirikan pemancar di daerah ini ya? seperti TATV, MBO TV dan MTA TV, benarkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terakhir kali saya ke telomoyo cuma tower pln n repeater radio aja sih mas...

      Delete
  39. Mas.. kalau sekarang jalan menuju puncak mash bsa dilewati kan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya masih bisa sih, tapi ya bolong2 gitu...
      hati2 saja pas lewat, apalagi kalau gelap...

      Delete
  40. Subhanallaaaaaahhh.... keren banget!!!

    ReplyDelete
  41. Mas untuk cuaca disekitar atau atas telomoyo gimana ya aman gak kalau mau main kesitu? Soalnya jogja lagi gak bersahabat cuacanya, rencananya minggu ini mau berkunjung. Btw jalanya sudah diperbaiki atau masih rusak? Thanks

    ReplyDelete

Jangan enggan beri kritik dan saran yaaa...!!!