Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Candi Sukuh - Perpaduan Eksotisme dan Erotisme

Gambar
Bertemunya kembali saya dengan Bandon setelah terpisah sedari pos 4 merupakan akhir dari kebingunan kami berdua yang mencari satu sama lain. Perjalanan turun Gunung Lawu kala itu kami akhiri dengan sholat Dhuhur di masjid depan  basecamp . Kemudian sesuai rencana awal kami selanjutnya langsung menuju Candi Sukuh di Kecamatan Ngargoyoso, Kab. Karanganyar. Kali ini saya yang meminta Bandon untuk menemani saya ke candi yang katanya cukup erotis itu. Sebenarnya bukan karena itu juga yang menjadi pendorong utama saya kepengen kesana tapi karena memang saya juga pengagum benda cagar budaya yang punya nilai sejarah dan keunikan. Pengennya sih bisa sekalian ke Candi Cetho dan Candi Kethek sekalian biar komplit, tapi karena waktu sudah mulai sore ya diputuskan hanya mengunjungi salah satunya saja dan dipilihlah Candi Sukuh. Aksesnya cukup mudah dan di beberapa sudut jalan sudah terdapat petunjuk yang mengarahkan kita. Dari basecamp Gunung Lawu kami ke arah Karanganyar dan di satu ga

Insiden Saat Turun Gunung Lawu

Gambar
Kami berdua memutuskan untuk turun gunung setelah berhasil mengisi perut dengan sarapan yang teramat spesial yaitu soto ayam Mbok Yem yang sudah melegenda. Sebenarnya saya dan Bandon masih penasaran dengan spot-spot sakral yang ada di Gunung Lawu, namun karena ketidak tahuan kami sekaligus tak ada narasumber yang bisa memberi informasi yang akurat yasudah kami putuskan untuk menuntaskan misi tersebut di kemudian hari sekaligus mencoba jalur pendakian Lawu via candi Cetho yang katanya lumayan ajib pemandangannya. Oiya cerita pendakian malam hari sebelumnya ada di sini nih ( klik )  Setelah perut terisi kami keluar dari pondokan pendaki Warung Mbok Yem, kami mulai turun gunung. Sempat berhenti sejenak di hamparan sabana yang tengah mengering di bawah Hargo Dumilah. Terlihat sangat menakjubkan, ada yang bilang saat saya meng- up load fotonya di instagram dikatakan sangat mirip dengan sabananya Rinjani. Sabana mengering eksotis Bandon di tengah rerimbunan rumput

Gunung Ungaran - Edisi Berkabut

Gambar
Cuaca siapa sih yang tahu, siangnya boleh cerah tapi sore atau malemnya masih tetep cerah atau nggak tak seorang pun yang bisa memastikan. Kami tahu kalau beberapa hari kebelakang, di sore harinya selalu diguyur hujan, namun karena waktu luang adalah uang, jadi   weekend   di minggu terakhir di bulan Oktober ini kami rencanakan untuk mendaki Gunung Ungaran. Sebenarnya Bandon lah yang lagi pengen ke gunung tersebut, sedangkan saya sudah pernah mendakinya beberapa bulan yang lalu bersama Bayu. Cerita pendakian pertama di Gunung Ungaran disini nih ( klik ). Tapi karena teman sendiri yang ngajakin ya ga apa apa lah mendaki gunung tersebut lagi. Setelah mengarungi jalanan Kota Solo, Bandon pun sampai di rumah saya. Kami berencana akan tidur di basecamp sebelum melakukan pendakian di tengah malamnya. Kami berencana tektok dalam pendakian kali itu dengan memulai pendakian di malam hari. Bandon s ebenarnya sudah membawa tendanya, namun karena alasan agar bawaan lebih ringan maka tenda

PENDAKIAN LAWU - Edisi Malem 1 Suro

Gambar
Ada sesuatu yang berbeda di pendakian kali ini. Disamping karena mendaki di tengah malam, perjalanan menuju puncak Gunung Lawu pada 5 November 2013 ini bertepatan dengan pergantian tahun dalam kalender Islam. Orang Jawa bilang malam satu Suro. Cukup mendatangkan tantangan tersendiri selain karena momen yang termasuk disakralkan, pendakian kali itu juga kami lakukan di salah satu gunung yang termasuk deretan teratas gunung yang masih kental aura mistisnya. Perpaduan yang sungguh pas bukan… Hal itu mantap saya dan Bandon rencanakan karena kami tahu memang di waktu tersebut Gunung Lawu sedang ramai-ramainya dikunjungi. Berbeda cerita jikalau kami tahu kalau di malam satu Suro tersebut hanya kami berdua saja yang mendaki Lawu, tentu kami bakal berpikir berulang kali dulu. Rencananya sih kami mau tek tok saja tanpa ngecamp, tapi karena pengalaman pendakian tek tok Gunung Ungaran seminggu yang lalu yang berujung dengan pakaian basah kuyup karena hujan yang setia mengiringi per