Daya Pikat Waerebo, Desa Etnik Di Atas Bukit Flores

Waerebo merupakan sebuah kampung adat yang letaknya di dataran tinggi Manggarai. Uniknya, kampung ini masih tetap menjaga tradisi dan budaya dari nenek moyang dan leluhurnya. Siapa sangka nenek moyang Waerebo malah berasal dari tanah Minangkabau bernama Empo Maro. Sang leluhur tersebut dan beberapa kerabatnya bisa sampai di Flores setelah mengarungi lautan dengan perahu layar selama beberapa waktu. Kemudian berlabuh lah mereka di Labuan Bajo, lantas mereka melanjutkan perjalanan ke arah utara menetap di satu daerah kemudian berpindah-pindah lagi ke daerah lain hingga memutuskan untuk menetap di daerah yang kini di kenal dengan Waerebo dan berketurunan disitu.


Ada apa sih di Waerebo???
Hmmm, alhamdulillah udah kesampean kesana dan asiknya lagi bisa menginap semalam di salah satu rumah adatnya. Bisa dibilang desa yang berada di ketinggian Pulau Flores itu memiliki banyak daya pikat hingga makin kesini semakin banyak wisatawan yang singgah kesana. Ditengah modernisasi seperti saat ini, mereka masih setia tinggal di pegunungan yang lumayan jauh dari pusat keramaian. Bangunan tempat tinggal mereka pun bentuk dan kondisinya masih mereka usahakan untuk jaga orisinalitasnya. Selain bangunan, cara hidup mereka pun masih sangat menjaga budaya yang diturunkan leluhurnya. Dengan segala keterbatasan yang ada, keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Upaya untuk mempertahankan warisan leluhur tersebut tak sia-sia, hingga pada 27 Agustus 2012 badan PBB untuk pendidikan dan kebudayaan, UNESCO, menganugerahi Waerebo sebagai peraih Award of Excellence pada event UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation yang merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang konservasi warisan budaya.

Menuju Waerebo

trekking diawali jalanan aspal selepas Desa Denge, desa tempat singgah sebelum menuju Waerebo

klik gambar, zoom in, dan baca yaaa...!!!

sesekali berpapasan dengan warga Waerebo yang turun untuk menjual hasil alamnya

dapat teman trekking nih, ga tau namanya siapa. dia ngikutin dari tengah hutan sampai ke Waerebo

sempat juga nglewatin jembatan bambu yang bunyi-bunyi waktu dilewatin "krek krek krek"

to be continued

Share:

1 komentar

  1. Wah perjalanan ke Wae Rebonya menyenangkan.
    Sebuah pesona luar biasa bisa bermalam di desa Wae Rebo

    ReplyDelete

Jangan enggan beri kritik dan saran yaaa...!!!