Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho "Mendaki dan Menyusuri Cagar Budaya"




Dua kali sudah mendaki Lawu sebelumnya, ternyata nggak menjadikan saya menolak ajakan teman yang berencana muncak ke gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu. Seperti yang pernah saya utarakan juga sebelumnya kalau sudah pernah mendaki di satu gunung dan ada ajakan untuk mendakinya lagi, bukan berarti itu bakal menjadi alasan untuk menolaknya. Bagi saya pribadi mendaki gunung yang sama di lain waktu, bakal ada cerita berbeda yang didapat. Terlebih dengan orang yang berbeda, apalagi dengan jalur pendakian yang belum pernah dijajal sebelumnya, pastilah cerita yang didapat tak akan sama. Seperti saat itu juga pernah sebelumnya sama-sama lewat jalur Cemoro Sewu yang masuk Kabupaten Magetan namun dengan kawan mendaki dan waktu pendakian yang berbeda menghasilkan pengalaman yang baru. Pengalaman waktu itu mendaki di malam 1 Suro yang kebanyakan gunung di Jawa sepi tapi Lawu berbeda. Di malam pergantian tahun kalender Jawa dan Islam itu Lawu membludak seolah menjadi hari paling ramai dalam satu tahun, ceritanya bisa dibaca disini nih.

Khusus postingan kali ini adalah sebagian kecil oleh-oleh hasil dari pendakian Gunung Lawu via Jalur Pendakian Candi Cetho. Kalau cerita tentang jalur ini bisa dipastikan nggak jauh-jauh dari objek wisata Candi Cetho itu sendiri. Candi tersebut masih punya kekerabatan dengan Candi Sukuh yang pernah saya datangi setelah turun dari Puncak Lawu pas mendaki di malam 1 Suro. Kedua candi itu sama-sama terkenal sebagai candi erotis karena ada beberapa reliefnya sangat terang-terangan menunjukkan bentuk dari organ reproduksi manusia, selain itu ada juga arca yang berbeda dari arca candi-candi yang ada di Jawa Tengah yang lain. Arca tersebut berbentuk laki-laki tanpa kepala yang memegang alat vitalnya. 

Menuju Candi Cetho

Candi ini terletak di Kabupaten Karanganyar. Banyak cara untuk menuju kesini dari berbagai wilayah. Kami serombongan yang berangkat dari Jakarta memilih untuk naik kereta menuju Semarang. Harusnya sih turun Solo lebih dekat, tapi karena kehabisan tiket jadinya kami pilih alternatif stasiun selain Solo. 



































2 comments:

  1. Such a trip will be very educational for anyone. Climbing the mountain will also allow you to visit the temple, which is a landmark for the local population.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for visiting my blog, hope you entertained...

      Delete

Jangan enggan beri kritik dan saran yaaa...!!!