Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wisata

Semalam di Waerebo, Melebur Bersama Mereka

Gambar
Sudah menjadi hal wajib jika ke Waerebo untuk sekaligus menginap disana. Tentu bakal menjadi pengalaman tersendiri bisa merasakan bagaimana tinggal di salah satu "Mbaru Niang", rumah adat di desa etnik yang berada ketinggian sekitar 1.100 mdpl itu. Temen-temen mungkin bertanya-tanya juga mengenai bagaimana perijinannya, bayar berapa, dan lain-lainnya. Kalau lagi nggak pengen pusing, biasanya dari  trip organizer  seperti  yang   saat itu saya pakai sudah semua termasuk ke dalam biaya awal alias  all in one . Tapi kalaupun mau kesana secara mandiri bisa juga kok. Rinciannya kira-kira seperti yang diceritakan oleh dua orang traveler yang menginap dihari yang sama dengan kami. Mereka berdua pergi ke Flores tanpa  trip organizer.  Tapi mereka ke pulau-pulaunya tetep pakai operator juga sih. Operator ke pulau-pulau banyak tersedia di Labuan Bajo dengan harga tegantung dengan fasilitas, durasi, dan banyak spot yang dikunjungi. Setelah mengunjungi beberapa pulau, barulah merek

Jelajah Komodo Flores di Musim Penghujan (Part II)

Gambar
Setelah menyapa dan sempat berfoto dengan "penghuni" Pulau Rinca yang lumayan seram di hari pertama , sail trip kali itu berlanjut ke destinasi yang makin memukau di hari berikutnya. 2. Pulau Padar Pulau Padar merupakan salah satu dari pulau-pulau yang  masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Dari segi luas, pulau ini merupakan pulau terbesar ketiga setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Menjadi destinasi kedua yang kami datangi karena letaknya yang bersebelahan dengan Pulau Rinca dan jaraknya lebih dekat. Keunggulan pulau yang satu ini ada pada lekuk-lekuk pantainya yang jika dilihat dari puncak salah satu bukitnya terlihat sangat unik. Ditambah lagi warna pasir pantainya juga bermacam-macam dari yang gelap sampai terang. menuju "titik pandang" dulunya sebelum ada anak tangga ini mungkin agak lebih sulit ya untuk naik ke bukitnya sampai di ujung anak tangga, trek berubah menjadi jalan setapak view dari atas. belum terl

Jelajah Komodo Flores di Musim Penghujan

Gambar
Taman Nasional Komodo mencakup beberapa pulau besar utama meliputi Pulau Komodo, Rinca, dan Padar disamping terdapat pulau-pulau kecil yang lainnya. Keindahan yang dimilikinya nggak hanya di daratannya, namun bawah lautnya pun memiliki keindahan dan biodiversitas flora maupun fauna yang telah mendunia kepopulerannya. Destinasi kece tersebut  menjadi salah satu  dream destination  saya yang sudah sejak lama ingin disambangi. Siapa sih yang nggak ngiler melihat postingan-postingan para traveler yang hilir mudik di dinding Instagram yang memamerkan keindahan tempat keren ini. Finally kesampaian juga kesana meski dengan bantuan  trip organizer . Lagi nggak pengen ribet aja sih sebenernya, pengen tinggal bawa badan doang. Pasalnya trip ke Komodo Flores ini menjadi rangkaian perjalanan setelah mendaki ke Gunung Argopuro yang saat itu menjadi pendakian terpanjang yang pernah saya lakukan. Pikir saya mumpung sudah di Jawa Timur kan tinggal dikit lagi buat ke Flores, ketimbang harus pulang

Tanjakan Menuju Puncak Ciremai via Linggarjati

Gambar
Nama Ciremai baru akrab terdengar di telinga saya sebenarnya setelah hobi mendaki gunung berjalan sekian waktu, salah satu sebabnya karena letaknya berada di provinsi yang berlainan dengan tempat tinggal. Mengakrabi sekaligus mendaki gunung-gunung yang berada di sekitaran Jawa Tengah saja butuh waktu hampir setahun. Untuk memilih gunung-gunung di provinsi tetangga, waktu itu saya lebih memprioritaskan untuk mendaki gunung yang ada di Jawa Timur dulu. Barulah setahun belakangan ini, tahun 2016, saya yang “makan bangku”  kuliah lagi di PKN STAN Bintaro mulai berkenalan dengan gunung-gunung yang ada di Jawa Barat. Beberapa waktu berjalan, Ciremai akhirnya bisa saya sambangi puncaknya di akhir 2016 lalu via jalur pendakian Apuy barengan saudara-saudara di Kelompok Pecinta Alam STAPALA PKN STAN. Ceritanya bisa dibaca disini nih, khusus postingan kali ini bakal dibahas mengenai pendakian menuju puncak tertinggi Gunung Ciremai via jalur pendakian Linggarjati. Mendengar n

Dihajar Tanjakan Gunung Cikuray

Gambar
Dalam Bahasa Jawa, “ardi” merupakan salah satu Dasa Nama atau nama lain dari gunung selain arga, giri, meru, dll. Mungkin karena itu pula ikatan batin saya dengan gunung bisa dibilang erat. Pendapat saya pribadi sih hehe. Pasalnya setiap ada waktu luang atau tanggal merah sehari saja langsung kepikiran mau mendaki gunung mana lagi yah. Naluri pendaki kali yaaa. Pernah pula satu ketika setelah lulus kuliah, saya punya waktu yang super lowong selama satu tahun untuk menunggu penempatan kerja. Nah, saat itu adalah saat dimana saya gencar-gencarnya menjadi pendaki gunung. Bisa hampir tiap bulan mendaki bahkan sempat dua minggu sekali mendaki gunung. Terlebih lagi karena sangat mudah menemukan gunung-gunung tinggi di sekitar tempat tinggal. Secara saya hidup sedari kecil berada di sekeliling pegunungan. Mulai saat itu pula, hobi mendaki gunung saya geluti benar-benar. Makin kesini hobi kadang berbenturan dengan kerjaan. Tapi jangan sampai pekerjaan menghalangi hobi lah yaaa. He